Ternate – Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat Kecamatan Pulau Moti untuk pengadaan khusus armada ambulance laut.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Najib Thalib yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ternate, pada Kamis (1/10/2026) di ruang Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.
Menurut Najib Thalib, ketersediaan ambulance laut di Kota Ternate baru saat ini baru satu unit, yang melayani tiga pulau terluar yaitu Kecamatan Batang Dua, Hiri dan Moti.
Politisi PKB itu menyadari bahwa satu unit ambulance laut yang ada saat ini belum maksimal pelayanan kesehatan di tiga pulau terluar dengan rasio penduduk berkisar kurang lebih 10 ribu jiwa tersebut.
Hal ini dikarenakan rentan kendali dan akses antar pulau yang membutuhkan waktu bagi masyarakat atau pasien rujukan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Ternate.
“Ini sudah jadi komitmen Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yaitu Bapelitbanda dari aspek perencanaan, Dinas Kesehatan aspek pelayanan dan Dinas Perhubungan dari sisi pemanfaatan armada ambulance laut,” ujar Chibon sapaan akrabnya.

Disisi lain Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate Muslim Sahil juga menegaskan, bahwa pasien rujukan paling banyak itu dari pulau Batang Dua dan Moti.
Hal ini berdasarkan data penggunaan ambulance laut tahun 2026 sampai semester akhir ini, pasien rujukan dari puskesmas Kecamatan Moti ke faskes di Kota Ternate, paling tinggi angka kasus rujukan dari Moti.
“Kami sudah konsultasi dengan OPD terkait dan perlu dipastikan tahun anggaran 2027, tambahan ambulance laut khusus bagi Kecamatan Pulau Moti harus terealisasi. Ini sesuai data dan fakta bahwa belum efektif hanya tersedia satu fasilitas ambulance laut yang melayani tiga pulau terluar. Jadi usul kami yang sudah tersedia saat ini dikhususkan untuk Batang Dua karena jarak tempuh jauh, kami kawal untuk tambahan satu unit di tahun anggaran 2027 khusus Moti,” tegas Muslim.
Masyarakat Kota Ternate perlu memberikan apresiasi kepada komitmen Pemkot dan DPRD karena dari 10 kabupaten/kota di Malut, bahkan provinsi Malut, secara geografis adalah wilayah kepulauan, namun baru satu-satunya pemerintah daerah yang memiliki fasilitas ambulance laut yaitu Kota Ternate.
Ini membuktikan bahwa Pemkot dan DPRD Kota Ternate terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan dalam konteks pelayanan publik di wilayah bahari pulau terluar.
“Komisi III DPRD Ternate akan kawal ketat dalam pembahasan sampai pengesahan RAPBD tahun 2027, harus pengadaan tambahan satu unit ambulance laut khusus Pulau Moti, dapat terealisasi,” ujar Ketua Hanura Kota Ternate optimis. (pn)
