Tidore – Dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dua dosen Psikologi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun, Nugraheni Putri Utami, S.Psi., M.A., dan Hairani Yainahu, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi guna meningkatkan Literasi Kesehatan Mental sebagai bagian dari Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana bagi siswa SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan pada hari Sabtu, tanggal 18 Juli 2026.
Psikoedukasi ini diikuti oleh seluruh siswa SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan yang berjumlah hampir 500 siswa, dan bertempat di Aula SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan. Dalam kegiatan ini, terdapat dua materi utama yang disampaikan oleh dua narasumber yang berbeda, yakni, yang pertama bertema Aman di Ruang Bencana yang disampaikan oleh Nugraheni Putri Utami, S.Psi., M.A., dan yang kedua bertema Kesehatan Mental Pasca Bencana yang disampaikan oleh Husnul Hasanah N. Saleh, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Penyampaian kedua materi tersebut bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan meningkatkan kesadaran pada siswa/i mengenai wilayah tempat tinggalnya yang memang berada di wilayah yang rentan terjadi bencana, sehingga harus bersiap dalam hal apapun termasuk persiapan mental, termasuk bagaiman cara mengatasi kesehatan mental yang terganggu pasca bencana terjadi. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui 3 sesi utama, yakni pembukaan yang langsung dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan, Muriyono Hamid, S.Pd., M.Sc., pemaparan materi dan tanya jawab, serta penutup.
Dalam pelaksanaan kegiatan, turut terlibat juga mahasiswa Universitas Khairun yang tengah menjalan program KKN FKIK, yaitu, Indri Wulandari Malik dan Iman Abdillah Umar dari Program Studi Psikologi, serta Diviyanti Hastari Adiman dari Program Studi Pendidikan Dokter.
Pihak sekolah menyambut positif psikoedukasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena dapat membantu siswa/i lebih memahami lebih mendalam mengenai kebencanaan dan kesehatan mental serta bagaimana mengelola kesehatan mental sebelum, saat, dan pasca bencana terjadi. Mengingat kita semua tinggal di wilayah yang sangat rawan bencana, jadi kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat ini saja, tetapi bisa dijadikan agenda rutin tahunan,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan, Muriyono Hamid, S.Pd., M.Sc.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang positif antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh meski hidup dikepung ancaman bencana. (**)

