Warga Batang Dua Keluhkan Infrastruktur Pelayanan Dasar 

Kota Ternate326 Dilihat

TERNATE -Warga pulau Batang Dua mengeluh masalah infrastruktur pelayanan dasar baik talud, tenaga kesehatan, guru, internet, air bersih, kejelasan lahan kuburan, transportasi laut maupun jalan tani (produksi) warga setempat.

“Jalan tani hasil produksi masyarakat disana (Batang Dua) mereka sangat mengharapkan ada perhatian pemerintah untuk bangun jalan tani tersebut,” kata Tasman Balak, Anggota DPRD Kota Ternate dapil III, Jumat (16/5/2025)

Keluhan warga yang sudah diusul kan itu, menurut dia, menjadi tang gung jawab pemerintah untuk meng eksekusi pembangunan jalan tani. “Apa yang mereka usulkan itu jadi tanggung jawab saya untuk mendo rong ke pemerintah,” lanjutnya.

Dorongan ke Pemerintah kota (Pemkot) Ternate tersebut agar supaya dapat direalisasikan apa yang menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat di era yang kompetitif dalam persaingan perekonomian.

“Batang Dua juga harus tidak boleh ketinggalan dalam hal infrastruktur pembangunan yang benar-benar menjadi perhatian yang saat ini. Juga kebutuhan akan tenaga-tenaga medis sangat penting,” sambungnya menjelaskan.

Agar kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan kesehatan itu harga mati. “Tidak boleh ada alasan ini kurang itu kurang, tidak boleh terjadi. Waktu ini era komunikasi yang sangat transparan begitu cepat,” tuturnya.

Begitu pula, kata Tasman, tenaga- tenaga guru yang sudah senior akan pensiun. “Ini juga harus men jadi perhatian Dinas Pendidikan untuk disiapkan lebih awal. Tak bisa nanti pensiun baru ganti yang baru. Sudah harus regenerasi,” ujarnya.

Kalau boleh anak-anak Batang Dua sendiri. SDM-SDM yang ada di Bata ng Dua sendiri. “Jangan torang datangkan guru dari luar, memang secara adminitrasi hadir, tapi dalam pelaksanaan torang bisa tahu orang punya kepentingan keluarga dan kepentingan yang lain.

Kedepan, menurut politisi partai Gerindra, pemerintah lebih bijak dalam penempatan pegawai- pegawai yang ada di Batang Dua. “Kalau dokter hanya beberapa orang saja, sesuai kebutuhan saat ini,” jelasnya.

Warga Tifure juga mengeluh air bersih dan jaringan internet mau pun lahan pekuburan. “Mereka saat ini sangat membutuhkan air bersih, internet dan lahan pekuburan tersebut,” katanya

Tasman mengakui, memang benar secara administrasi Pemkot Ternate sudah membayar lahan tersebut ke ahli waris, tapi ternyata tidak ada kesesuaian. Karena ada warga yang lain merasa lahannya diguna kan sebagai lahan pekuburan.

“Kita akan RDP dengan Camat, Lura h dan warga yang merasa lahannya digunakan lahan pekuburan, agar masalah lahan ini bisa klir. Lurah sudah jelaskan lahan itu sudah tak ada masalah, tapi kenapa lahan ter sebut tak bisa digunakan,” ujarnya.

Warga yang lain mengklaim itu lahan mereka, sehingga hal ini perlu kita klirkan. Pemerintah harus menjelaskan sesungguh lahan pekuburan tersebut.

Warga kelurahan Pante Sagu dan Tifure kampung besar mengeluh air bersih. Mereka minta perhatian pemerintah terhadap kebutuhan air bersih tersebut,” lanjutnya. Jaringan internet di Tifure dan kampung Bido. Kalau di Lelewi dan Mayau saat ini sudah ada jaringan, komunikasi sudah lancar.

Begitu pula transportasi laut, yaitu Kapal Sabuk Nusantara yang sem pat penghentian sementara pelayaran, kini kembali beroperasi normal melayani trayek Batang Dua. Akses transportasi laut meng gunakan kapal sudah membaik.

“Fasilitas ini harus dipelihara dan harus menjadi perhatian kecepatan dan ketepatan kapal ini. Kesehatan dan kelayakan di atas kapal harus menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan kepada penumpang,” tandasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *