TERNATE – Talud penahan omba k yang melindungi dan mengaman kan akses jalan yang menghubung kan kelurahan Mayau dan kelurahan Bido yang usianya terancam putus bila tidak diantisipasi. Talud dibangun belum setahun, sudah rusak dan hancur berkeping-keping.
Anggota DPRD Kota Ternate daerah pemilihan III (Pulau Ternate, Hiri dan Pulau Batang Dua) Tasman Balak mengatakan, infrastruktur talud yang dibangun sepanjang bibir pantai pulau Mayau menuju Bido sudah hancur semua.
“Infrastruktur talud yang dibangun kemarin untuk melindungi akses jalan dari Mayau menuju Bido yang belum setahun sudah rusak dan hancur berkeping-keping,” katanya saat dihubungi di gedung parlemen Kota Ternate, Jumat (16/5)2025).
Jika tidak segera diantisipasi, menurut Tasman, akses jalan dari Mayau ke Bido atau sebaliknya dari Bido ke Mayau akan terputus, karena kondisi tinggal menunggu waktu saja. Kalau sampai jalan terputus, warga dua kelurahan ini Terpasksa harus ikut jalur laut.
Politisi partai Gerindra ini mengakui melihat langsung kondisi talud penahan ombak uang melindungi akses jalan dua kelurahan tersebut, padahal kondisi cuaca belum sebe rapa dan belum musim angin sela tan, talud itu sudah puing-puing.
“Saya mendorong Dinas PUPR Kota Ternate bangun sesuatu harus mela kukan kajian yang matang, jangan asal kerja. Ini akibat asal kerja sehingga proyek yang sudah dibangun itu belum setahun sudah jadi bara ng puing-puing,” bebernya. (***)
