Wagub: Pemda Komitmen Perkuat Kualitas Tata Kelola Sanitasi

Kota Ternate207 Dilihat

TERNATE – Pelaksanaan City Sanita tion Summit (CSS) ke-23 tahun 2025 di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang dibuka oleh Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe, ditandai pemukulan gong, di Bela Hotel Ternate, Sabtu, (30/8/2025).

City Sanitation Summit kali ini yang berlangsung di Kota Rempah mengusung tema dengan tajuk,  “Sanitasi Berkelanjutan Melalui Partisipasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Kota Ternate.”

Wagub Malut Sarbin Sehe, mengatakan, Pemerintah Provinsi memberi kan penghargaan kepada seluruh bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota di seluruh Indonesia yang berkesempatan hadir di hajatan nasional ini.

“Kehadiran bapak/ibu bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota ditengah-tengah kami adalah suatu kehormatan sekaligus sinergi antara pemerintah daerah dalam rangka komitmen memperkuat kua litas tata kelola sanitasi,” katanya.

Sarbin mengapresiasi walikota dan wakil walikota Ternate yang bekerja keras sehingga kegiatan ini bisa berlangsung baik dan Insya Allah tahun depan ketemu di Aceh. Dari Ternate ke Aceh, lanjut Sarbin, memiliki sejarah ketemu di serambi pengembangan Islam di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menggapai visi emas di 2045 dengan 100 persen akses air bersih dan 70 persen sanitasi aman di seluruh negeri. Namun tantangan masih banyak yang harus diatasi untuk mencapai target tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Dadang Supriatna mengatakan, kita harus bisa meningkatkan sanitasi di Kabupaten dan Kota melalui pembangunan infra struktur. ” Kemudian, juga peningka tan kemitraan kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta dalam pembangunan sanitasi,” katanya.

Bupati Bandung itu juga menyampaikan, bahwa Kota Ternate berbeda dengan Kabupaten/Kota lainnya. Karena kenapa, Ternate mempunyai karakter yang sudah turun temurun yang telah menjadi kebiasaan.

“Maka inilah yang penting harus dijaga dan dirawat agar kebiasaan seperti selalu ada. Karena kebiasaan yang dilakukan adalah pada setiap pagi masyarakat bangun tidur lalu membersihkan halaman masing-masing rumah,” tuturnya, seraya meminta peserta memberi kan aplaus kepada Pemkot Ternate.

Foto: Peserta CSS di Bela Hotel Ternate.

Dadang bilang dalam mengatasi sanitasi, maka pemerintah daerah harus selalu melakukan inovasi- inovasi. Karena pada endingnya pelaksanaan CSS ini adalah banyak hal. Terutama pada peningkatan indikator kesehatan, dan indikator ini bukan hanya kita menyiapkan rumah sakit saja. Tetapi berawal pada pola hidup sehat.

“Sehat yang dimaksud adalah mem perhatikan air minumnya yang layak, maka pemerintah daerah harus memfasilitasi itu. Termasuk, memperhatikan rumah tidak layak huni atau perkotaannya kumuh. Dan inilah yang menjadi salah satu tugas dari AKKOPSI,” tuturnya.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menjelaskan, sanitasi merupa kan salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan yang sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, dan daya saing Kota.

“Maka melalui forum CSS ini, kita diingatkan kembali bahwa keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat serta inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan,” tuturnya.

Menurut Tauhid, keberhasilan sanitasi tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat dan inovasi berkelanjutan dalam menjawab persoalan sampah perkotaan. Bagi kami di Kota Ternate, sanitasi berkelanjutan merupakan bagian penting dari visi pembangunan daerah.

“Dengan keterlibatan Masyarakat dan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan jaringan AKKOPSI. Pemerintah hanya menjadi fasilitator, sementara masyarakat adalah motor utama perubahan. Oleh sebab itu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademis, media dan komunitas menjadi kunci keberhasilan sebuah pendekatan Pentahelix,” jelasnya.

Tauhid mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pengelolaan sampah, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta mengembangkan inovasi berbasis teknologi maupun kearifan lokal.

“Salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam mewujudkan sanitasi berkelanjutan adalah melalui Gerakan ASN dan Masyarakat Memilah Sampah (Asyiklah),” ungkapnya.

Tauhid menambahkan, CSS ini adalah momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar daerah dalam mewujudkan sanitasi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Karena melalui pertukaran ide, pengalaman, dan inovasi di forum ini, kita akan melahirkan langkah-langkah konkret dalam mempercepat pencapaian target pembangunan sanitasi nasional, sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) salah satunya menekankan pada akses air bersih dan sanitasi layak bagi semua,” pungkasnya.

Setelah pembukaan CSS ke-23 dibuka, dilanjutkan dengan Keynote Speaker Mentri Lingkungan Hidup yang disampaikan oleh Plt. Direktur Penanganan Sampah Kementrian Lingkungan, Melda Mardalina.

Kemudian Talkshow Nasional : Tantangan dan Transformasi Pengelolaan Sanitasi khususnya Sampah dan Air Limbah” ; Food Waste : “Kurangi Sisa, Hargai Rasa: Aksi Bersama Atasi Food Waste untuk Lingkungan Lestari”. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *