Infrastruktur Jalan Perhubung Mayau-Bido Terancam Putus

Kota Ternate461 Dilihat

TERNATE – Masyarakat pulau Batang Dua mengeluh jalan lingkar setempat terancam putus karena abrasi pantai yang ekstrem. Talud pengaman akses jalan di bibir pan tai itu rusak. Kondisi tersebut butuh penanganan dinas terkait segera.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Ternate dapil III, Tasman Balak, usai melaksanakan reses masa persidang ke III tahun 2025 di Tabanga, Sulamadaha, Kastela, Jambula dan Batang Dua, Selasa (16/9/2025).

Keluhan jalan lingkar Batang Dua terancam putus secepat diantisipasi. “Jalan penghubung antara kelu rahan Mayau dan Bido, terancam putus akibat abrasi pantai yang terus terjadi dan merusak talud penahan ombak tersebut,” katanya.

Tasman mengatakan, masyarakat Batang Dua mengusulkan infrastruktur yang ada di Batang Dua kedepan tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah kota (Pemkot) Ternate, tapi juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara.

Ia menjelaskan, abrasi pantai yang terjadi di Batang Dua sangat ekstrim. Kalau itu dibiarkan, besar kemungkinan jalan yang menghubungkan antara kelurahan atau antar kampung yang satu dengan kampung yang lain akan putus.

“Karena saya melihat abrasi sangat cepat karena terjadi pengikisan meski sudah dilakukan pembangunan swering atau tanggul pada tempat-tempat tertentu saja. Sementara lahan-lahan atau area tertentu malah dibiarkan,” ujarnya.

Politisi partai Gerindra ini berharap agar pemerintah perlu melakukan pembuatan talud menahan ombak di bibir pantai untuk mengamankan akses badan jalan. “Kalau ini dibiarkan, jalan penghubung dua kelurahan tersebut bisa putus,” tuturnya.

Masyarakat mengusulkan fasilitas umum seperti pelabuhan laut dan penerangan jalan umum (PJU). “Me reka sangat berharap pelabuhan jadi perhatian pemerintah. PJU segera dilakukan Dinas Perhubungan Kota Ternate,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *