TERNATE – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate diminta DPRD Kota Ternate diminta pertimbangkan semua aspek dan syarat pelayaran baru mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) speedboat, dan kapal motor antarpulau.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ternate Tasman Balak mengatakan, SPB harus benar-benar mempertimbangkan keseluruhan aspek dan syarat dalam setiap pelayaran termasuk melakukan koordinasi pada pihak terkait. Karena akhir- akhir ini cuaca ekstrem sedang melanda Ternate dan sekitarnya.
“Sebab itu, saya meminta KSOP agar memberikan SPB harus sesuai prinsip yang sudah di atur dalam regulasi, karena faktor alam yang membuat situasi dan kondisi cuaca seringkali tidak bisa diprediksi,” katanya, Rabu (12/11/2025).
Tasman menyampaikan hal itu, di gedung parlemen Kalumata Puncak, kecamatan Ternate Selatan, usai bertemu dengan Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad dan Kepala Cabang Pelni Ternate, Lutfi.
Politisi partai Gerindra ini menyampaikan bahwa, pengawasan serta pengaturan keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk pemeriksaan kelayakan kapal harus diprioritaskan. Apalagi menjelang Nataru, aktivitas masyarakat akan semakin meningkat.
Tasman meminta kepada KSOP Ternate, untuk memastikan pengawasan serta pelayanan terbaik kepada pengguna jasa transportasi laut termasuk menje lang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“KSOP Ternate juga harus memastikan pelayanan yang terbaik, maupun pelayaran tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan dan keselamatan para pengguna jasa transportasi laut,” ujarnya.
Tasman bilang, pemeriksaan terhadap kapasitas kapal harus terus ditingkatkan dalam keadaan cuaca seperti ini. Berkali-kali kejadian para penyedia jasa laut atau operator speedboat sering memaksakan penumpang hingga melebihi kapasitas kapal.
“Kapal laut seperti speedboat yang kapasitasnya hanya 20 penumpang, kadang dipaksakan sampai 25 lebih, ini melebihi kapasitas, dan tentu berbahaya, hal seperti ini harus diperketat,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, kelayakan kapal juga harus diperiksa, terutama bodi kapal yang sudah termakan usia, dan kelayakan mesin saat berlayar. Tujuannya agar dalam perjalanan, kapal tidak mengalami gangguan seperti mati mesin, kebocoran dan lain sebagainya.
“Saya sudah menyampaikan itu semua ke pihak KSOP Ternate, dan mereka juga turut memberikan apresiasi atas langkah yang saya ambil,” ungkapnya.
Tasman mengimbau kepada operator speed dan semua pengguna jasa agar terus memantau cuaca yang ada, dan selalu melihat informasi resmi BMKG, kemudian mematuhi aturan yang sudah diterapkan, supaya bisa meminimalisir segala resiko,” tandasnya. (**)
