Disperindag Ternate Berupaya Maksimalkan Retribusi

Kota Ternate346 Dilihat

TERNATE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate terus berupaya meningkatkan retribusi yang dibebani dinas ini salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengelola PAD di tahun 2025.

“Capaian retribusi pasar dan pertokoan serta piutang itu hampir menembus di angka 60 persen atau 50 persen lebih,” kata Sekretaris Disperindag Kota Ternate, M. Saiful Arsyad, di gedung DPRD Ternate, Selasa sore (18/11/2025).

Minimal dengan sisa waktu yang ada, menurutnya, Disperindag akan terus berusaha maksimalkan agar bisa capai target. “Target kita di 2025 senilai Rp 14,5 miliar, saat ini sudah capai diatas Rp 8 miliar lebih atau hampir Rp 9 miliar,” ujarnya.

Disperindag terus berupaya mengejar sisa waktu 1 bulan 12 hari ini bisa menambah peningkatan retribusi. Kondisi yang ada ini memang yang bisa hanya mendekati target yang telah ditetapkan.

“Kita berharap di sisa waktu yang ada kita coba maksimalkan, dengan petugas penagih lebih intens melakukan penagihan atau seluruh tim yang ada kita bagi di beberapa tempat yang menjadi area retribusi Disperindag untuk bisa menagih baik retribusi di tahun 2025 maupun retribusi piutang di tahun 2024,” tuturnya.

Saiful mengaku, memang ada beberapa kendala misalnya di Pasar Kieraha, contohnya di lantai II bukan pedagang tidak mau membayar retribusi, tapi memang ada faktor lain misalnya dia beranggapan sebagian pedagang yang berada dilantai II turun berjualan di emperan itu mempengaruhi pendapatan pedagang diatas.

Oleh karena, lanjutnya, mereka berharap Disperindag bagaimana bisa mengembalikan mereka itu menempati lapak yang ada dilantai II baru mereka bisa membayar retribusi, karena selama ini dagangan mereka di lantai II kurang laku.

Demikian juga di Pasar Higienis lan tai II itu karena memang fasilitas bocor. Padahal mereka itu orang yang paling taat membayar retribusi. “Kita juga memaklumi kalau retribusi kita harus menyediakan pelayanan baru bisa menarik,” ucapnya.

Saiful bilang, Disperindag tetap upayakan dan DPRD juga mendu kung bagaimana mencari solusi agar pasar yang bocor itu bisa di perbaiki. “Sehingga pedagang bisa melakukan transaksi jual-beli dengan baik, mereka bisa kembali taat bayar retribusi,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *