Dalam RPJMD, Nella: Pemkot tak Serius Bicara Tiga Pulau Terluar

Kota Ternate343 Dilihat

TERNATE – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Ternate rapat dengan Bapelitbangda, selaku leading sek tor yang membuat perencanaan Ranwal RPJMD Kota Ternate tahun 2025 -2029.

Ketua Bapemperda Kota Ternate, Nurlaela Syarif menyampaikan bahwa, melihat dengan adanya tim penyusun Ranwal RPJMD kota Ternate tahun 2025-2029, dengan beberapa akademisi yang hadir dalam tim penyusun RPJMD.

“Kami punya harapan besar tim penyusun ini punya gagasan, kritis terhadap persoalan rill di daerah Kota Ternate untuk dijadikan dasar, data bagaimana keberlanjutan Ternate jilid II pada pemerintahan Tauhid Soleman,” katanya, Rabu (21/5/2025).

Nurlaela yang biasa disapa Nella mengatakan, ada beberapa isu strategis dengan tegline Ternate Kota Rempah. “Ini juga kami mem pertegas bahwa, Kota Rempah ini bukan hanya secara simbolik pena maan Ternate Kota Rempah, tetapi Ternate kota Rempah karena proses sudah cukup panjang.

Bukan hanya dari rempah-rempah saja, tapi etos, etis dan etik. Jadi ada felliuw, apa Ternate Kota Rempah Ini. Yang bisa diimplementasi ke seluruh, spirit atau energi Ternate kedepan. Tapi kami minta juga bahwa paling tidak spirit ini harus benar-benar tidak icon semata.

“Kami belum melihat tidak ada keseriusan pemerintah kota dalam dokumen RPJMD bicara tentang tiga pulau terluar, yaitu Batang Dua, Hiri dan Moti, hanya masih dari aspek infrastruktur. Wacana kami bahwa Ternate Mandiri, Ternate Ber keadilan, untuk wilayah tiga pulau terluar bisa dikembangkan dalam lima tahun kedepan,” ujar dia.

Misalnya, sebut Nella, Batang Dua punya kelebihan dari aspek perikanan atau lumbung perikanan. Moti bisa rekomendasi kecamatan pertanian, untuk bisa menciptakan kemandirian pangan dan pertanian stok jangka panjang.

“Hiri itu harus kita optimalkan sebagai kecamatan wisata. Karena sebenarnya di Hiri itu punya seluruh pendukung, dimana Ternate itu harus serius mendukung Hiri sebagai tempat wisata,” tambah dia.

Selain itu, Nella juga menyoroti KLHS untuk Kota Ternate kedepan. Jadi kita akan adopsi, sehingga paling tidak, problem lingkungan, perubahan iklim, air bersih, pengelolaan sampah dan daya dukung dan daya tampung yang perlu menjadi pertimbangan,”katanya. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *