Pengembangan Kawasan Zona Ekonomi Baru di Bagian Selatan 

Kota Ternate346 Dilihat

TERNATE – Kawasan kota Baru di Bagian Selatan kota Ternate bakal dikembangkan. Pengembangan kawasan dengan bacaan kedepan pengembangan kawasan zona ekonomi baru, baik di selatan Kota Ternate maupun di bagian utara.

Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menjelaskan, pengembangan kawasan zona ekonomi baru di Bagian selatan Kota Ternate digagas 25 tahun lalu, dengan konsep pengembangan kawasan Kota Baru, yaitu Fitu, Gambesi, Sasa dan Jambula.

“Pengembangan kawasan zona ekonomi baru itu ide dasar dari (alm) Wali Kota Syamsir Andili, kemudian bertahap di masa Haji Burhan per luas beberapa lahan dan di era pak Tauhid kita coba memperkuat itu lagi,” katanya, Rabu (21/5/2025).

Tahun 2023, menurutnya, sudah menyusun AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) kawasan untuk Fitu, Sasa, Gambesi, Jambula. AMDAL adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan terhadap lingkungan hidup.

“Saya berharap konsep ini nanti jadi satu konsep yang monumental di era pak Tauhid, sehingga kami membutuhkan dukungan dari semua stakeholder untuk mendukung kawasan selatan jauh, untuk menjadi satu simpul ekonomi baru yang namanya Gamlamo,” lanjutnya.

Disana ada sarana prasarana terkonsep. Misalnya, ada sarana olahraga, ada pusat UMKM, ada sarana pendidikan, ada rumah ibadah, ada pusat perdagangan dan jasa, ada rumah sakit.

“Dan itu kita tidak menggunakan APBD. Ini kita tawarkan ke pihak ketiga, dan sudah ada yang berminat. Kita tinggal melakukan presentasi saja. Mereka ini sudah bangun daerah-daerah besar, seperti Bumi Serpong Damai, konsep Pantai Indah Kapok dan beberapa lokasi lain yang mereka bangun. Intinya, mereka itu investor besar dari luar,” ujar Sekda Rizal.

Mereka berminat, paling tidak sema ngat untuk menyediakan satu ruma h sakit yang representatif bagi war ga Ternate itu dia dan tersaji di selatan. Mudah-mudahan ini menjawab konektifitas ruang antara Selatan di kota ini cukup jauh ketika mau akses ke kota cukup jauh.

“Ini sebenarnya bagian dari pak Wali Tauhid perkuat konsep apa yang pernah dibuat di zaman pak Syamsir Andili. Ini positif, ini juga bagian dari mengurai kota yang bagaimana kota yang selama ini ter pusat di tengah kota,” sambungnya.

Disitu sudah macet, terminal juga semraut, kemudian beberapa kawasan sudah himpit. Seperti kawasan konflik yang sering terjadi di 100 meter depan pasar higenis. Ruangnya cuma itu, tapi dengan ruang itu pemerintah selalu diperhadapkan pada kondisi- kondisi yang tidak nyaman.

Penjual kadang keluar di jalan, masyarakat komplen. Dan sudah saatnya pemerintah berpikir merancang 5, 10, 15, 20 tahun Ternate kedepan. Dan itu penting, solusi dan pilihannya Selatan.

Itu dimulai dengan Pemkot Ternate merancang proyek reklamasi untuk pembangunan zona ekonomi baru yang berlokasi di wilayah Selatan. Proyek berskala besar ini rencana nya akan melibatkan investor berkelas dari luar daerah.

“Sambil jalan pak Wali perintahkan saya kemarin tolong buat untuk kawasan di Utara. Mulai dari rumah potong hewan di Tafure sampai di ujung Tarau tepatnya di tanjakan Batu Angus naik ke atas lapangan sepak bola,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *