Disperindag tidak Serius Urus Pasar

Ekonomi, Kota Ternate233 Dilihat

TERNATE – DPRD Kota Ternate meni lai, Pemerintah kota (Pemkot) tidak serius mengurus pasar yang ada di Kota Ternate, baik pasar higenis (Ternate Tengah), pasar bastiong, pasar Sasa (Ternate Selatan) dan pasar Dufa-Dufa (Ternate Utara).

Penilaian ini disampaikan oleh Wakil Ketua 2 DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, selalu koordinator Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Ternate, saat dihubungi pada Sabtu (24/5/2025).

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate tidak serius urus pasar yang ada di Kota Ternate di antaranya pasar higenis, pasar bastiong, pasar Sasa dan pasar Dufa-Dufa,” kata politisi partai Gerindra itu.

Menurut Jamian, ada beberapa pasar termasuk aset daerah tidak mendapat perhatian khusus. “Pasar dan aset daerah itu kayak ditinggal kan atau dibiarkan begitu saja. Sebenarnya ini aset daerah yang perlu kita pelihara dan dijaga,” lanjutnya.

Karena didalam postur APBD aset-aset ini salah satu sumber- sumber pendapatan daerah. Jadi kalau tidak dimanfaatkan atau dibiarkan begitu saja berarti ini merupakan suatu kerugian besar bagi daerah.

“Saya kadang-kadang bingung dengan pembangunan pasar yang pada akhirnya tidak dimanfaatkan secara maksimal, jadi dalam waktu dekat ini kita perlu ada rapat koordinasi dengan pemerintah daerah,” sambungnya menjelaskan.

Rakor tersebut terkait beberapa pasar yang dibangun di zaman wali kota haji Burhan dibiarkan dan tidak dimanfaatkan. “Saya juga belum dapat informasi detail masalahnya apa, sehingga pasar-pasar itu tidak dapat dimanfaatkan oleh pemerintah secara maksimal,” ujarnya.

Jadi memang ini penting sekali karena ini aset daerah yang men jadi potensi pendapatan daerah. “Tetapi saat ini potensi pendapatan daerah itu benar-benar terbengkalai dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Jamian kembali menegaskan bahwa, ini belum ada perhatian serius Disperindag terhadap pasar-pasar yang ada ini, padahal ini salah satu aset daerah yang bisa menggenjot pendapat asli daerah (PAD) Kota Ternate.

Begitu pula pasar Dufa-Dufa yang belum dimanfaatkan maksimal. “Saya tidak tahu apa kendalanya dan pasar Sasa juga tidak jelas nasibnya, sehingga penghuni pasar tersebut tidak jelas berada dimana,” tandasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *