Luapan Barangka Picu Banjir di Bobo, 7 Rumah Terdampak dan Jalan Raya Tertutup Lumpur

Kota Tidore452 Dilihat

TIDORE – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tidore Kepulauan menyebabkan banjir di RT 1 RW 1 Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, Jumat (19/9). Banjir terjadi akibat luapan barangka yang jaraknya tidak jauh dari jalan raya, sehingga air menggenangi permukiman dan menyeret material lumpur menutupi badan jalan.

Air mulai meluap sekira pukul 17.00 Wit, ketika curah hujan semakin deras dan saluran air tidak mampu menampung debit air akibatnya, terdapat tujuh rumah warga terdampak banjir, sementara lumpur menutupi badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Warga setempat bahkan turun langsung membantu kendaraan yang melintas agar dapat melewati jalan berlumpur dengan aman. Selain itu, warga dibantu oleh aparat dan RT/RW berinisiatif membersihkan material lumpur menggunakan alat seadanya. “Air deras dari gunung langsung turun ke jalan, membawa tanah dan batu kecil. Jalan jadi susah dilewati,” kata salah satu warga kelurahan bobo saat ditemui dilokasi banjir.

Warga lainnya, Rajak, menuturkan bahwa banjir dan luapan lumpur bukan peristiwa baru. Ia menyebut kejadian serupa sudah berulang kali sejak masa pemerintahan Wali Kota Achmad Mahifa hingga Capt. Ali Ibrahim.

“Masalah ini sudah sering kami alami tiap kali hujan deras. Pemerintah bahkan sudah pernah turun meninjau langsung lokasi dua kali, pertama di era Mahifa dan kemudian di masa Capt. Ali Ibrahim. Waktu itu ada janji akan dibuatkan saluran air, tapi sampai sekarang belum juga terwujud,” ungkap Rajak.

Rajak menambahkan, kejadian kali ini masih tergolong biasa, berbeda dengan banjir sebelumnya yang lebih parah. Dulu, sebelum ada pembangunan trotoar, banyak rumah warga yang terdampak karena aliran air lebih mudah meluap. Ia juga menegaskan bahwa dalam kejadian-kejadian sebelumnya, warga sendiri yang harus membersihkan jalan tanpa bantuan pemerintah.

“Kalau bukan warga yang turun, jalan ini pasti lama sekali bersih. Kami berharap kali ini ada perhatian lebih serius,” ujarnya.

Hingga malam hari, genangan air di rumah warga mulai surut, namun material lumpur masih menutupi sebagian ruas jalan raya. Arus lalu lintas tetap bisa dilalui kendaraan, meski harus ekstra hati-hati. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *