TERNATE– Akses jalan kelurahan Togafo–Taduma, Kecamatan Ternate Barat (Tebar), Kota Ternate lumpuh akibat banjir bandang yang membawa material kayu,tanah, dan batu besar. Hingga Sabtu (20/9/ 2025) siang, pembersihan belum bisa dilakukan karena alat berat masih terkendala transportasi.
Wakil ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, saat meninjau lokasi menyampaikan, kejadian banjir bandang di Togafo tidak ada perhatian serius dari Pemerintah kota (Pemkot) Ternate.
“Karena kejadian sejak Jumat (19/9/2025) pukul .17.30 WIT sampai Sabtu (20/9/2025) pukul 11.00 WIT tadi ini belum dapat di tangani dengan baik,” katanya, Sabtu (20/9/2025).
Sehingga, menurut politisi partai Gerindra itu, akses jalan masih belum dapat di lalui. “Untuk itu keluhan warga terkait dengan ini di anggap pemerintah lambat dalam menangani kejadian ini,” nilainya.
Sambil menunggu mobilisasi alat berat yang terkendala tronton pengangkut, warga masyarakat bergotong royong, melakukan pembersihan material yang meng halangi akses jalan tersebut.
Jamian bilang, warga berharap alat berat segera tiba agar akses Ternate Barat menuju pusat kota dapat kembali normal, memang pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut, sudah berada dilokasi. Namun, mobilisasi alat berat masih terkendala tronton pengangkut.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, M. Saleh Talib, saat meninjau lokasi mengatakan pihaknya telah menyiapkan satu unit ekskavator dan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mobilisasi loader. Namun, ekskavator masih terkendala tronton pengangkut.
“Kalau kita lihat ini kami sebut banjir bandang. Sementara, kita alat dari BWS satu dulu, yaitu satu unit ekskavator dan tadi kami sudah koordinasi dengan BPJN untuk mobilisasi loader. Namun untuk ekskavator masih terkendala tronton untuk mengangkut,”ujarnya.
Saleh yang berada di lokasi longsor menambahkan, koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah. “Kalau kita lihat material ini ada batang pohon, batu besar. Sampai sekarang kita masih berkoordinasi dengan Pemda, tapi untuk alat berat sampai saat ini masih dari kami BWS dan BPJN. Dipastikan hari ini bisa ditangani, hanya saja kita masih mencari tronton,” pungkasnya. (**)
