TERNATE – Sebagian wilayah Indonesia pada awal Oktober mulai bertransisi dari musim kemarau menuju musim hujan, ditandai dengan meningkatnya curah hujan di ber bagai daerah. Pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan ini dap at memicu terjadinya cuaca ekstrem.
BMKG memprediksi cuaca pada periode 13–16 Oktober 2025, di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai ada nya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di 35 wi layah, Maluku Utara salah satunya.
Menghadapi pergantian musim dan potensi cuaca ekstrem, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Saat beraktivitas di luar ruangan, hindari pohon, papan reklame, dan bangunan yang rapuh apabila hujan disertai angin kencang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers yang diterima Tabausnews.com, Minggu (12/10/2025).
Abdul mengatakan, bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, lereng tebing, dan kaki gunung, perlu mewaspadai hujan lebat yang terjadi lebih dari satu jam karena dapat memicu banjir dan longsor. Segera lakukan evakuasi mandiri bila kondisi tersebut terjadi.
“Pemerintah daerah, khususnya BPBD, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja,” demikian BNPB mengingatkan. (**)
