TERNATE – Pertumbuhan ekonomi selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M yang ditandai dengan transaksi jual-beli pakaian dan busana muslim, takjil, makanan dan minuman berbuka puasa yang berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah, pedagang maupun masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, menyampaikan, kalau dilihat dari target pendapatan pihaknya tidak bisa pisahkan antara bulan lain dan bulan Rama dan. Meski begitu, tidak bisa pungkiri aktivitas transaksi jual-beli di bulan Ramadan justru terlihat menggeliat.
Geliat pasar-pasar dadakan yang tumbuh dimana-mana, pasar musiman yang muncul tidak bisa dihindari di bulan Ramadan yang sudah pasti mendorong pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan pedagang, masyarakat dan pendapatan daerah, bila dikelola dengan baik.
“Harapan kami DPRD pada akhirnya nanti bisa membawa pertumbuhan perekonomian yang lebih baik, dari sisi pendapatan daerah maupun tingkat pendapatan masyarakat di bulan Ramadan dibanding bulan-bula lain,” katanya,di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026).
Karena tingkat kesibukan yang terpantau, Jamian mengatakan, semua orang secara kasatmata melihat perkembangan disemua lini, baik sektor konsumsi dan penyediaan sarana prasarana atau pasar dadakan/ musiman berpengaruh terhadap pendapat asli daerah (PAD) Kota Ternate.
“Besar pengaruh terhadap pendapatan itu kita bisa ukur setelah ramadan. Jadi mung kin dari sisi aktivitas, ya mudah-mudahan bisa mendorong peningkatan PAD kita sekaligus bisa mempengaruhi pertumbuhan perekonomian Kota Ternate,” ungkapnya.
Dalam proses yang ada ini, terkadang petugas penagih retribusi yang kurang bertanggungjawab dalam memungut retribusi, dalam momentum ini sering dimanfaatkan, terdapat pungutan yang tidak mencapai target karena terjadi bocor.
Untuk mengantisipasi agar mereka jangan lagi begitu, Jamian menjelaskan, memang ada area-area tertentu retribusi yang dipungut masih menggunakan sistem manual. Sehingga petugas dilapangan harus disiplin dalam memungut retribusi.
“Dengan tingkat kesibukan yang ada ini, jangan sampai ada istilah kebocoran. Jangan sampai geliat dan eforia cukup bagus tapi pada akhirnya kembali kepada efek pendapatan yang tidak sesuai dengan harapan kami,” ungkapnya.
Karena itu, Jamian berharap, semua lini bisa menjalankan peran dan tugas dengan baik, sehingga berdampak dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi yang positif sekaligus meningkatkan pendapatan yang lebih di Kota Ternate. (**)

