LKPJ 2025, Walikota Ternate Sebut Peningkatan Pengangguran dan Kemiskinan

Kota Ternate203 Dilihat

TERNATE – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menyampaikan bahwa, terdapat dua indikator strategis yang mengalami peningkatan pada tahun 2025, yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka dan Presentasi Penduduk Miskin.

Hal itu disampaikan Tauhid Soleman saat penyampaian LKPJ Wali Kota Ternate 2025, Rabu sore (4/3/2026). “Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Ternate tercatat sebesar 6,92 persen, meningkat dari 6,42 persen pada tahun sebelumnya,” katanya.

Demikian pula, persentase penduduk miskin mengalami kenaikan dari 3,14 persen menjadi 3,34 persen. Perkembangan ini tentu menjadi perhatian bersama dan perlu dipahami secara komprehensif serta kontekstual.

Menurut Tauhid, peningkatan tingkat pengangguran antara lain dipengaruhi oleh bertambahnya angkatan kerja baru, khususnya lulusan pendidikan dan perguruan tinggi yang terus meningkat setiap tahun.

Kondisi ini mencerminkan semakin baiknya akses pendidikan dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia. “Tantangan yang kita hadapi adalah mempercepat penciptaan lapangan kerja produktif yang sepadan dengan pertumbuhan angkatan kerja tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wali Kota, perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 8,85 persen pada Tahun 2024 menjadi 6,50 persen pada Tahun 2025 turut memengaruhi kapasitas dunia usaha dalam menyerap tenaga kerja.

Dinamika ini tidak hanya dipengaruhi faktor internal daerah, tetapi juga perkembangan ekonomi nasional dan global yang berdampak pada aktivitas investasi dan ekspansi usaha.

Terkait kenaikan angka kemiskinan menjadi 3,34 persen, wali kota bilang perlu ditegaskan bahwa secara struktural tingkat kemiskinan Kota Ternate masih berada pada kategori rendah dan relatif terkendali.

Kenaikan yang terjadi cenderung bersifat fluktuatif dan sensitif terhadap perubahan garis kemiskinan, dinamika inflasi komoditas tertentu, serta pergeseran kelompok masyarakat rentan yang berada di sekitar ambang batas kemiskinan.

“Kami meyakini bahwa isu pengangguran dan kemiskinan merupakan agenda strategis daerah yang memerlukan sinergi kebijakan antara Pemerintah Daerah dan DPRD, baik dalam fungsi penganggaran maupun pengawasan,” tuturnya.

Oleh karena itu, melalui forum yang terhormat ini, Wali Kota mengajak DPRD Kota Ternate untuk bersama-sama memastikan bahwa arah kebijakan fiskal ke depan semakin fokus pada penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor produktif, serta percepatan penurunan kemiskinan.

“Dengan kolaborasi yang solid, kebijakan yang terarah, dan komitmen bersama dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2029, kami optimistis tren peningkatan ini dapat dikendalikan dan secara bertahap dibalik menjadi penurunan yang signifikan pada tahun- tahun mendatang,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *