TERNATE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate memperketat pengawasan petugas penagih retribusi dalam rangka mengejar target capaian retribusi pasar untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ternate tahun 2026.
Sekretaris Disperindag Kota Ternate, M. Saiful Arsyad, di ruang kerja, Senin (9/3/2026) menyampaikan bahwa, Disperindag fokus dan terus melakukan pengawasan karena evaluasi dan pengawasan itu penting setiap waktu.
“Kita harus cek di petugas penagih, kita cek di bendahara penerima bagaimana progres pendapatan kita di bulan ini. Kita lihat lam bat, cepat atau apa kita harus evaluasi. Kita cek apa kendala-kendala, kita tentukan solusi, kita ambil langkah yang perlu,” katanya.
Saiful mengatakan, pengawasan dan evaluasi dalam rangka mengejar target retribusi pasar triwulan I, triwulan II dan triwulan III untuk mendongkrak PAD Kota Ternate yang sudah ditetap dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate.
“Kita sampai saat ini sudah berada pada hampir 14 persen untuk triwulan I. Target triwulan I sampai akhir Maret pencapaian harus 15 persen. Insya Allah kita akan capai itu, kita terus berupaya untuk mencapai.
Target retribusi pasar triwulan I-2026 sekitar Rp 2,3 miliar. “Kita berada di hampir 14 persen, Insya Allah kita capai,” ungkapnya
Saiful menyebutkan, untuk triwulan II-2026, pihaknya harus capai di angka 40 persen. “Setelah triwulan I, Insya Allah diawal April kita akan lakukan evaluasi untuk menetap kan langkah-langkah, strategi-strategi, agar capaian 40 persen di triwulan II harus kita capai dalam triwulan II,” tuturnya.
Soal petugas penagih yang masih nakal, menurutnya, sejauh ini dia melihat sudah sangat minim. Mereka lebih tertib, kita memberikan pemahaman ini prioritas pendapatan daerah itu jauh lebih penting dari hal-hal lain diluar yang sudah dipikirkan.
Oleh karena itu, tegas Saiful, petugas pena gih harus fokus, bekerja untuk Disperindag sebagai OPD pengelola pendapatan yang memiliki target yang telah ditetapkan. “Oleh karena itu kita harus ber upaya capai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Saiful bilang, semua orang ingin menjadi petugas penagih. Oleh karena diberi kesempatan saudara-saudara petugas penagih harus amanah, bisa bekerja dengan baik. “Kalau tidak kita ganti saja, tidak ada masalah,” tandasnya. (**)

